Pendirian ISBI Salah Satu Wujud Indonesia sebagai Negara Adi Daya Budaya


--- Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) akan didirikan di empat wilayah Indonesia. Proses pendiriannya telah dimulai sejak tahun 2012 berupa studi kelayakan dan penyiapan dokumen pendirian, termasuk serah terima aset dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Pendirian empat ISBI ini dilakukan sebagai salah satu realisasi dari usaha Indonesia menjadi negara adi daya budaya dunia.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah memulai pendirian ISBI di empat wilayah, yaitu di Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi, dan Papua. Pelaksana tugas (Plt) Staf Ahli Mendikbud Bidang Budaya dan Psikologi Pendidikan, I Wayan Rai mengatakan, proses pendirian ISBI Papua merupakan yang tercepat dibandingkan ISBI lainnya. “Prasasti pendiriannya sudah ditandatangani Pak Menteri (Mendikbud) April kemarin,” katanya usai acara serah terima aset ISBI Aceh dan Institut Teknologi Kalimantan di kantor Kemdikbud, Jakarta, (21/3/2014).


Wayan mengatakan, pendekatan yang paling tepat dilakukan saat membicarakan rencana pendirian ISBI dengan masyarakat setempat adalah dengan pendekatan dari hati ke hati, dan pendekatan seni budaya. Saat melakukan focus group discussion (FGD) dengan masyarakat setempat, Wayan juga menjelaskan kebijakan kementerian mengenai alasan pendirian ISBI, salah satunya tentang keinginan dan potensi Indonesia menjadi negara adi daya budaya dunia.
“Kita kan negara adi daya budaya. Ini yang harus kita bangun, melalui kearifan-kearifan lokal,” ujarnya.
Pendirian empat ISBI dilakukan dengan adanya pendampingan dari Institut Seni Indonesia (ISI). ISI Padang Panjang ditugaskan mendampingi pendirian ISBI Aceh, ISI Yogyakarta untuk ISBI Kalimantan Timur, ISI Surakarta untuk ISBI Sulawesi dan ISI Bali untuk ISBI Papua. Pendampingan ini, jelas Wayan, bukan untuk membawa atau memindahkan ISI yang ditugaskan mendampingi, ke ISBI yang akan didirikan, karena setiap wilayah memiliki kearifan lokal dan budaya yang beragam.
“Kita hanya menjembatani terbangunnya potensi yang ada di sana. Nanti setelah (ISBI) sudah jadi, dan bisa dilepas, mereka (masyarakat setempat) yang lebih tau,” tutur Wayan. Ia menambahkan,  Kemdikbud juga mengajak seniman-seniman lokal untuk mengembangkan kurikulum di ISBI, dengan tetap berpedoman pada garis besar kurikulum yang sudah ditetapkan kementerian.
Selain mendukung keinginan dan potensi Indonesia menjadi negara adi daya budaya, pendirian ISBI juga bertujuan supaya ISBI bisa menjadi salah satu sarana pengembangan warisan budaya bangsa, dan menghasilkan sarjana seni dan budaya yang peka dan tanggap terhadap masalah sosial, budaya, etika, moral, dan akademis.

No comments:

Post a Comment