Selamat Datang Bapak dan Ibu Guru Indonesia mulianya seorang guru membagikan ilmu, yang nantinya jadi ladang amal kelak nanti,untuk itu jadikan pekerjaan sebagai "IBADAH"

CATATAN DAPODIKDAS PER TANGGAL 12 OKTOBER 2014

Bagi Guru Non PNS yang tercantum Nama Bank "BNI Senayan", silahkan mengkonfirmasi ke BNI terdekat dengan membawa Info PTK dan KTP untuk mengaktifkan rekening tersebut, yang kemungkinan telah terjadi retur untuk periode pembayaran Jan-Jun 2014 dan oleh Direktorat P2TK Dikdas diputuskan untuk dibukakan rekening oleh Bank Penyalur Kementerian yaitu BNI Cabang Senayan.

Berikut Link nya :

CATATAN DAPODIKDAS PER TANGGAL 12 OKTOBER 2014

Kemdikbud Lakukan Sosialisasi Mata Pelajaran Peminatan


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus melakukan perhatian penuh terhadap pelaksanaan Kurikukum 2013. Perhatian tersebut diwujudkan salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi - sosialisasi terkait kebijakan - kebijakan implementasi Kurikulum 2013.

Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, melalui surat yang dikirimkan  kepada  www. kemdkbud.go.id, pada tanggal 17/9/2014 menyampaikan bahwa dalam rangka menyebarluaskan informasi pelaksanaan Kurikulum 2013. Ditjen Pendidikan Menengah melakukan sosialisasi tentang mata pelajaran peminatan dan penyediaan buku tersebut.

Pendidikan Inklusif Jadi Sarana Efektif Pendidikan Karakter


Sejak gerakan pendidikan inklusif dimulai pada 2012, terlihat peningkatan jumlah peserta didik yang luar biasa. Rata-rata ada 10 ribu siswa setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa gerakan pendidikan inklusif mampu meningkatkan penyediaan kesempatan dan akses bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk mendapatkan hak pendidikannya.

Tidak hanya itu, pendidikan inklusif juga menjadi sarana yang sangat efektif dalam penanaman pendidikan karakter. “Bercampurnya anak dengan berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, dan karakteristik dalam lingkungan sekolah inklusif, akan menumbuhkan semangat untuk peduli, kerja sama, menghargai perbedaan dan saling menghormati,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hamid Muhammad, di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (19/9/2014).

Bahkan, katanya, melalui pendidikan inklusif, para guru dan kepala sekolah akan senantiasa kreatif dan berinovasi tinggi untuk bisa melayani dan menyelenggarakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik yang beragam tersebut. Namun, walaupun akses dan kesempatan untuk memperoleh hak pendidikan bagi ABK ini menunjukkan peningkatan yang sangat baik, tetapi angka partisipasi murni (APM) untuk jenis pendidikan ini masih rendah, hanya sekitar 34 persen. “Ini memerlukan upaya kita semua, bagaimana caranya agar semua ABK mendapatkan hak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu dan setara,” ujar Hamid.

Kemdikbud dan Komisi X DPR RI Putuskan Pagu APBN Tahun 2015


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Komisi X DPR RI menyepakati pagu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 sebesar Rp 88,3 triliun. Pagu APBN 2015 itu naik dari pagu tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 80,66 triliun.

Kesepakatan itu dilakukan di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Minggu (28/9/2014), ditandai dengan penandatangan hasil Rapat Kerja oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh dan Ketua Komisi X DPR RI, Agus Hermanto.

Peserta Didik Diberi Kesempatan Ubah Pilihan Peminatan Sebelum Pendalaman

Masuk ke jenjang pendidikan menengah, SMA/SMK, peserta didik langsung dihadapkan pada pilihan peminatan. Ada tiga peminatan yang dapat dipilih, matematika dan Ilmu-ilmu Alam, Ilmu-ilmu Sosial, dan Ilmu bahasa dan budaya. Dalam memilih peminatan, peserta didik dapat mempertimbangkan nilai rapor dan UN SMP, rekomendasi guru konseling, tes penempatan, dan tes minat bakat oleh psikolog.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud Ibnu Hamad mengatakan, mata pelajaran yang termasuk dalam kategori minat adalah matematika dan Ilmu-ilmu alam yang terdiri dari matematika, fisika, biologi, dan kimia; Ilmu-ilmu Sosial, terdiri dari geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi; serta ilmu bahasa dan budaya, yang terdiri dari bahasa sastra Indonesia/Inggris/asing lain dan antropologi.

Orang Tua Diimbau Objektif dalam Menentukan Peminatan Anak


Mekanisme pemilihan peminatan bagi peserta didik di SMA/SMK perlu mempertimbangkan daya dukung, ketersediaan, beban mengajar, dan fasilitas pembelajaran. Bagi siswa SMA, peminatan dilakukan setelah peserta didik diterima di sekolah. Dan untuk SMK, pemilihan peminatan dilakukan sebelum siswa masuk ke sekolah yang diinginkan.

Dalam pemilihan minat, orang tua diharapkan berperan sejak semester 1 kelas 10. Orang tua diimbau tidak memaksakan peminatan kepada anak, sebaliknya harus objektif berbagai pertimbangan. “Orang tua bisa diskusi dengan anak, sambil lihat nilai rapor anak, nilai UN, dan rekomendasi guru konseling,” demikian disampaikan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud Ibnu Hamad, dalam telewicara dengan Radio KBR 68, Senin (29/09/2014).

Siswa Dapat Pilih Mapel Lintas Peminatan

Siswa SMA/MA terbuka mengambil mata pelajaran (mapel) di luar kelompok peminatan akademik yang dipilihnya. Peserta didik yang mengambil kelompok peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dapat mengikuti pembelajaran mapel di kelompok peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau kelompok peminatan Bahasa dan Budaya. Demikian pula sebaliknya.

”Peminatan sebagai pengganti  penjurusan. Jika dulu penjurusan dimulai pada siswa kelas XI, kini peminatan dimulai sejak siswa duduk di kelas X,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Achmad Jazidie, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (29/9/2014).

Ia menambahkan, pilihan lintas minat yang diselenggarakan sekolah disesuaikan dengan kondisi ketersediaan dan beban mengajar guru, serta fasilitas pembelajaran. Mata pelajaran lintas minat juga diambil sesuai dengan beban belajar minimal yang diperlukan. Jazidie mengingatkan bahwa berdasarkan Peraturan Mendikbud Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah, mata pelajaran pada kelompok peminatan Matematika dan IPA terdiri atas: Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia.