Selamat Datang Bapak dan Ibu Guru Indonesia mulianya seorang guru membagikan ilmu, yang nantinya jadi ladang amal kelak nanti,untuk itu jadikan pekerjaan sebagai "IBADAH"

RENCANA PENYERAHAN SERTIFIKAT PENDIDIK BAGI GURU LULUS SERTIFIKASI TAHUN 2013

Kepada Guru Lulus Sertifikasi Tahun 2013 sebagaimana terlampir,

Mengharap kehadiran Bapak/Ibu pada:
Hari/ Tanggal : Senin, 7 April 2014
Waktu            : Daftar Ulang, Pukul 08.00 - 08.30 WIB
                        Kegiatan, Pukul 08.30 - 12.00 WIB
Tempat          : Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman
                        (Barat Lapangan Denggung)
Acara             : Penyerahan Sertifikat Pendidik Bagi Guru Lulus Sertifikasi Tahun 2013
Perlengkapan: Membawa Alat Tulis dan Fotokopi KTP
Demikian informasi kami sampaikan untuk dapat ditindaklanjuti.

Pengambilan Undangan: Jumat, 4 April 2014 di bidang PPTK atau dapat diunduh pada hari yang sama.

REKAP PESERTA SERTIFIKASI GURU KAB. SLEMAN TAHUN 2013
DAFTAR NO KURSI :
DENAH :
Untuk data lengkap ada di link berikut :
DOWNLOAD DAFTAR NOMOR KURSI

HASIL PENGOLAHAN DAPODIK JENJANG SD DAN SMP PER TANGGAL 31 MARET 2014

Kepada Guru Bersertifikat Pendidik Jenjang SD dan SMP,

Berikut kami sampaikan Hasil Pengolahan Dapodik dan Verifikasi Berkas Usul SKTP per tanggal 31 Maret 2014.

Segala perbaikan pada daftar "Masih Edit Data" hanya dapat dilakukan melalui Dapodik Sekolah.
Keputusan Menteri terkait Wakil Kepala Sekolah SMP belum terbit, pada saat ini jumlah WKS yang diakui di Dapodik yaitu:
1-9 rombel : 1 WKS
10-18 rombel : 2 WKS
19 - 27 rombel : 3 WKS
1 Sekolah hanya ada 1 Kepala Laboratorium (meskipun di sekolah ada beberapa Laboratorium) dan 1 Kepala Perpustakaan.

Berikut data datanya :

PROGRAM BEASISWA S-2 BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TAHUN 2014

Kepada Yth,
Guru   SMP Negeri/Swasta

                                           

Menindaklanjuti surat Direktur P2TK Dikdas Nomor : 1663/C5.3/LL/2014  tanggal 24 Maret 2014 perihal Sosialisasi Pemberian Bantuan Beasiswa S2 Bagi Guru SMP Tahun 2014,  kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1. Sasaran
Program beasiswa ditujukan kepada Guru SMP Mata Pelajaran IPS, IPA, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia.

2. Persyaratan Calon Peserta :
a. Berstatus sebagai PNS dan Guru Tetap yayasan yang bertugas pada jenjang Pendidikan SMP;
b. Bagi PNS telah 2 tahun dalam Pangkat golongan Penata Muda, III/a;
c. Berusia maksimum 45 tahun yang dibuktikan dengan fotocopy KTP;
d. Lulusan S-1 dari program studi yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan IPK minimal 2,75 skala nilai 0-4;
e. Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun yang dibuktikan dengan foto copy SK Pengangkatan pertama sebagai guru, bagi PNS minimal telah 2 tahun bertugas di Kabupaten Sleman.
f. Guru PNS memperoleh rekomendasi dari Pemda Sleman, sedang Guru Bukan PNS dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman dengan mengajukan ijin dari Yayasan;
g.  Sanggup dan bersedia mengikuti studi (status Tugas Belajar) di perguruan tunggi penyelenggara yang ditunjuk Direktorat P2TK Dikdas Kemdikbud ( UPI Bandung, UNY, UM Malang, Unesa Surabaya) dengan menandatangani pernyataan bermaterai;
h.  Mengisi Biodata Peserta Seleksi Program Beasiswa S-2 PTK Dikdas 2014  bermaterai.

Makalah Psikologi Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah

Kerap kali terdengar orang tua memperbincangkan masalah-masalah kenakalan remaja yang merebak di mana-mana, lalu mereka itu saling memberikan komentar yang beraneka ragam. Seperti ”memang zaman sekarang ini anak-anak itu susah diatur” dan ”Senangnya merokok. Kalau pergi dengan teman-temannya tidak kenal waktu”, dan lain-lain.

Kalau anak-anak sampai berperilaku demikian itu apa sebabnya? Siapa yang harus bertanggung jawab untuk kerancuan dan porak porandanya nilai-nilai luhur budaya yang baik pada zaman generasi sebelumnya? Saling menuding dan menyalahkan tidak akan membuat mereka menjadi lebih baik, atau berubah baik. Hanya dengan mawas diri, berani melakukan introspeksi, koreksi diri sendiri dan mencari sumber kesalahan kemudian menyelesaikannya, maka akan mendapatkan jalan keluarnya.

Untuk mencegah berlarutnya permasalahan tersebut, perlu adanya kesadaran dari semua pihak yang terkait dengan melakukan tindakan proaktif, yaitu mensosialisasikan pendidikan moral ke dalam masyarakat agar anak-anak mendapatkan pendidikan moral. Sehingga anak memiliki kecerdasan moral yang dapat menunjang pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai nilai moral yang tinggi.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori, yaitu factor internal dan factor eksternal . kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.
  1. FAKTOR INTERNAL
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan faktor psikologis.
1)      Faktor fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam :
(1)   Keadaan jasmani.
Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat mempengaruhi proses belajar, maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani.
Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah :
  1. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh, karena  kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah, lesu , dan mengantuk, sehingga tidak ada gairah untuk belajar,
  2. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat;
  3. istirahat yang cukup dan sehat.

10 Pola Asuh Untuk Anak Cerdas

Kecerdasan anak hingga besar nanti dipengaruhi faktor lingkungan dan pola asuh yang diterimanya. Harus bagaimana agar ia tumbuh cerdas? Perhatikan 10 hal ini. 
  1. Bebaskan anak mengeksplorasi lingkungan. Lingkungan menjadi sarana luas bagi anak untuk belajar tentang berbagai macam hal. Eksplorasi di alam memicu anak aktif bergerak juga meningkatkan rasa ingin tahu anak terhadap berbagai aspek kehidupan. Dorong anak mengeksplorasi lingkungan yang baru dikenalnya –misalnya sambil menyusuri sungai, ia belajar tentang sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.   
  2. Ikuti minat anak. Untuk menggali potensi luar biasa di dalam diri anak, beri dukungan penuh pada bidang-bidang yang disukai anak, kalau perlu ikut berlatih dan menjadi teman berlatih yang menyenangkan untuknya. 
  3. Tuturkan pengetahuan tentang dunia dan isinya. Berikan anak fasilitas dan kesempatan untuk mengenal dunia beserta seluruh aspek kehidupan. Ini membuat anak berpandangan terbuka terhadap berbagai berbagai hal ‘baru’ sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
  4. Bacakan aneka buku pengetahuan secara rutin dengan suara yang keras dan intonasi yang benar. Selain menumbuhkan minat membaca anak, anak juga akan menyerap pengetahuan dari buku untuk menunjang minatnya. Kebiasaan membaca buku juga menanamkan ikatan batin antara Anda dan si kecil.

Kecerdasan Emosional Membentuk Karakter Peserta Didik

Jadi pendidikan budaya dan karakter adalah suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik agar mampu melakukan proses internalisasi, menghayati nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, dan mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat.

Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, adalah bagian dari tujuan dilaksanakannya pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, sudah pasti tidak semudah yang dibayangkan. Sebab secara formal, proses pendidikan itu sendiri harus dilalui dengan penjenjangan yang boleh dikata amat melelahkan namun berdampak positif terhadap pembentukan karakter seseorang, bahkan jatidiri bangsa di sebuah negara.
Di Indonesia, misalnya. Pelaksanaan pendidikan sangat diharapkan mampu mewujudkan manusia beriman yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri, serta mengedepankan rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.