Untuk Menjadi Indonesia Wow, Mendikbud Himbau Muliakan Guru

Menjelang peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November, Menteri Pendidikan dan Kebudayan, Anies Baswedan, mengajak seluruh masayarakat untuk memuliakan guru dengan caranya sendiri sebagai investasi masa depan. “Nanti menjelang hari guru, datangi gurunya, salami, ucapkan terimakasih, cium tanganya, lalu tanya kabarnya” ajak Anies pada peluncuran kegiatan Indonesia Wow di Gedung Radio Republik Indonesia (RRI), Sabtu (22/11/2014).

Untuk menjadi Indonesia wow dimasa yang akan datang, Anies berharap peringatan Hari Guru tidak hanya sebagai seremoni, tetapi membuat sebuah gerakan pendidikan. Gerakan ini bertujuan untuk menjadikan anak-anak yang hebat sehingga guru-gurunya pun harus hebat. “Jika gurunya hebat, maka anaknya hebat, jika kepala sekolahnya hebat, maka sekolahnya hebat” tutur Anies.

Yuk, Berakhir Pekan di Pameran Gelar Museum Nusantara

Masih bingung mau ke mana sekeluarga  di akhir pekan ini? Ini ada acara menarik. Kementerian Pendidikan melalui Ditjen Kebudayaan menyelenggarakan Pameran Gelar Museum Nusantara.  Pameran yang berlangsung tiga hari, 22 - 24 November 2014 ini menampilkan 217 koleksi dari 60 museum dari seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, didampingi Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung Marijan secara resmi membuka pameran yang bertajuk “Sabuk Peradaban Nusantara, Jejak 1,5 Juta Tahun” itu di Ruang Cenderawasih, Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

”Saya menekankan, harus dicari cara bagaimana anak-anak haus untuk datang ke museum. Sehingga museum dapat menjadi proses pembelajaran yang menyenangkan,” disampaikan Mendikbud dalam sambutannya.

Mendikbud: Menjadi Guru Adalah Suatu Kehormatan

Guru penuai wajah masa depan Indonesia, dan diruang kelas itulah anak-anak dipersiapkan untuk menyongsong masa depan. Oleh sebab itulah menjadi guru adalah suatu kehormatan. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Jumat (21/11/2014).

“Seiringan dengan rangkaian peringatan Hari Guru Nasional tahun 2014, izinkan saya memulai menyampaikan apresiasi kepada guru-guru kita di seluruh wilayah Indonesia yang telah mengabdi dengan sepenuh hati,” tutur Mendikbud.

Materi Kegiatan In Service 1 Pendampingan Kurikulum 2013 Kepala Sekolah SD

Berikut kami sampaikan Materi kegiatan In-Service 1 Pendampingan Kurikulum 2013, yang sudah dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Kamis, 20 November 2014, di SMP Negeri 1 Sleman dan SMP Negeri 2 Sleman.

DOWNLAOD MATERI PENDAMPINGAN KURIKULUM 2013


Demikian terima kasih

PEMBUATAN ALAT PERAGA MATEMATIKA PECAHAN oleh SUMIYATI,S.Pd

Berikut contoh pembuatan alat peraga matematika bilangan pecahan, yang saya coba gunakan pada waktu menggadakan PTK :
                                  Nama     : SUMIYATI, S.Pd.
                                  NIP        : 195906021979122007
                                  Sekolah  :  SD NEGERI ROGOYUDAN

Semoga bermanfaat untuk mempermudah dalam pembelajaran Matematika menghitug bilangan pecahan :










CATATAN DAPODIK PER TANGGAL 31 OKTOBER 2014

Kepada Guru jenjang SD dan SMP,

Berikut kami sampaikan Catatan Dapodik per 31 Oktober 2014 pada link di bawah ini.

DOWNLOAD CATATAN DAPODIK PER 31 OKTOBER 2014





Tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (PIH) Kemdikbud
Gedung C Kemdikbud Lt 4
Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270
Call center : 177
Telp : 021 5703303
Fax : 021 5733125
SMS : 0811976929
Email : pengaduan@kemdikbud.go.id

SEJARAH

Awal Kemerdekaan (1945-1950)

Pada prakemerdekaan pendidikan bukan untuk mencerdaskan kaum pribumi, melainkan lebih pada kepentingan kolonial penjajah. Pada bagian ini, semangat menggeloraan ke-Indonesia-an begitu kental sebagai bagian dari membangun identitas diri sebagai bangsa merdeka. Karena itu tidaklah berlebihan jika instruksi menteri saat itu pun berkait dengan upaya memompa semangat perjuangan dengan mewajibkan bagi sekolah untuk mengibarkan sang merah putih setiap hari di halaman sekolah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga menghapuskan nyanyian Jepang Kimigayo.

Organisasi kementerian yang saat itu masih bernama Kementerian Pengajaran pun masih sangat sederhana. Tapi kesadaran untuk menyiapkan kurikulum sudah dilakukan. Menteri Pengajaran yang pertama dalam sejarah Republik Indonesia adalah Ki Hadjar Dewantara. Pada Kabinet Syahrir I, Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Mulia. Mr. Mulia melakukan berbagai langkah seperti meneruskan kebijakan menteri sebelumnya di bidang kurikulum berwawasan kebangsaan, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, serta menambah jumlah pengajar.

Pada Kabinet Syahrir II, Menteri Pengajaran dijabat Muhammad Sjafei sampai tanggal 2 Oktober 1946. Selanjutnya Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Soewandi hingga 27 Juni 1947. Pada era kepemimpinan Mr. Soewandi ini terbentuk Panitia Penyelidik Pengajaran Republik Indonesia yang diketuai Ki Hadjar Dewantara. Panitia ini bertujuan meletakkan dasar-dasar dan susunan pengajaran baru.