Honorer Setor Hingga Rp 150 Juta

BENGKULU – Dugaan kecurangan dalam kelulusan hasil tes CPNS jalur honorer kategori II (KII) baik di Kota Bengkulu maupun di kabupaten dalam Provinsi Bengkulu mulai terungkap. Satu tersangka sudah dibekuk di Bengkulu Selatan.
Di Kota Bengkulu, puluhan honorer tidak lulus mengadu ke dewan karena harus menyetor Rp 70 – Rp 150 juta. Beberapa honorer juga mengaku sudah menyerahkan uang Rp 80 juta, namun tidak lulus. Pengaduan para honorer ini disampaikan anggota DPRD Kota Bengkulu Sofyan Hardi, SE kepada RB kemarin (27/2).
Dikatakan Sofyan, pihaknya sangat berharap aparat penegak hukum benar-benar menindaklanjuti kecurigaan para honorer terutama yang tidak lulus. Sebagaimana selain ada dugaan manipulasi data, juga ada terindikasi lulus lantaran main suap. Sebab harusnya pemerintah pusat dalam hal ini KemenPAN dan RB itu lebih mengutamakan honorer yang benar-benar sudah lama mengabdi. Bukan meluluskan lebih dulu honorer yang baru beberapa tahun mengabdi sebagai honorer.
‘’Kami memang cukup banyak dapat laporan itu. Bahkan beberapa orang tetangga kami sudah habis Rp 80 juta tidak juga lulus. Namun ada yang menyetor Rp 70-150 itu mereka lulus. Aksi pungli terhadap honorer ini tetap banyak, karena proses pengurusannya tidak sulit lagi. Sebab mereka sudah lulus dan tinggal menunggu NIP. Kini para honorer itu belum melapor ke aparat, karena takut baik yang memberi uang dan menerima itu akhirnya semuanya kena,’’ kata Sofyan.


Kepala BKD Pemkot Drs H Muhammad Husni MSi melalui Kabag Humas Pemkot Dr. Salahuddin Yahya, SAg, MSi ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa berkaitan dengan adanya tuntutan atau aspirasi para honorer yang sudah disampaikan ke DPRD akan segera ditindaklanjuti. Kemarin pihaknya sudah melakukan koordinasi ke MenPAN dan RB. Selain berkaitan dengan persoalan CPNS tahun ini, juga untuk menyampaikan tuntutan para honorer.
“Harapan kita kalau memang masih ada peluang mereka sebanyak 84 honorer dari total 158 orang honorer yang tidak lulus itu tetap diperjuangkan agar mereka bisa jadi CPNS. Bahkan Pemkot kini sangat teliti atau berhati-hati untuk melakukan perekrutan CPNS tahun 2014 ini. Walaupun adanya kuota yang disetujui oleh MenPAN. Sebab selain saat ini Pemkot sedang dalam proses penetralisasian APBD. Kemudian jika memang peluang pengangkatan honorer masih ada, tentu mereka yang belum lulus dan sudah benar-benar mengabdi itu bisa diperjuangkan,’’ tegas Salahuddin.
Mantan Dewan Akui Kenal Tsk
Disisi lain mantan anggota DPRD Kota Bengkulu, Hendrik Hutagalung yang namanya disebut-sebut oleh Dr (35) warga RT 7, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu yang ditangkap terkait dugaan calo CPNS di Polres BS mengaku kenal dengan tersangka. Hanya dirinya tidak mengetahui perbuatan tersangka termasuk dengan ada kaitannya dengan aksi penipuan calon CPNS.
Namun demikian jika memang keterangan dirinya dibutuhkan oleh penyidik, Hendrik mengatakan siap memberikan keterangan. Menurutnya, selama ini dia tidak pernah membahas tes CPNS ataupun menerima uang dari tersangka dalam bentuk apapun.
‘’Ya saya kenal, tapi saya tidak mau berkomentar banyak. Sebab saya sama sekali tidak mengetahui persoalan itu. Kalau memang saya akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh polisi, maka saya selaku warga negara yang baik tentu akan siap. Sebab bisa saja sesorang yang sedang terjepit itu menyebut atau mengaitkan orang lain. Jadi saya akan jelaskan sepengetahuan saya,’’ ungkap Hendrik.(che)

No comments:

Post a Comment