DARI tahun ke tahun, semakin bertambah dewasanya umur negara ini. Berbagai hal dilakukan, berbenah untuk mengarah ke suasana atau kondisi yang lebih baik. Tidak terkecuali di bidang pendidikan. Di bidang ini semenjak Indonesia berdiri sudah kali sembilan perubahan kurikulum.
Hal itu dilakukan bertujuan untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini yang konon diopinikan semakin lama semakin rendah dibandingkan dengan negara tetangga lain. Itu didasarkan dari hasil ujian nasional, persaingan global, dan mutu pendidikan, baik dari segi pendidiknya maupun dari segi peserta didik itu sendiri.
Ada asumsi setiap pergantian pemerintahan atau pejabat eksekutif, bersama itu juga ada pergantian sistem pendidikan yang baru. Berbagai tanggapan yang dilontarkan oleh masyarakat tentang perubahan atau perubahan tersebut. Baik tanggapan positif ataupun negatif mungkin sering kita dengar. Hal itu diawali dengan munculnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP), dan Kurikulum 2013.
Sebenarnya kita patut berbangga dan perfikir positif/optimistis, bukan malah berpersepsi negatif, karena hal itu ada perubahan yang lebih baik. Namun bagi mereka yang berfikir negatif atau pesimis, kurikulum KBK malah diartikan dengan Kurikulum Bikin Kumet atau Kemeng. Sedangkan kurikulum KTSP dimaknai dengan Kurikulum Tidak Siap Pakai.
Hal itu dilakukan bertujuan untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini yang konon diopinikan semakin lama semakin rendah dibandingkan dengan negara tetangga lain. Itu didasarkan dari hasil ujian nasional, persaingan global, dan mutu pendidikan, baik dari segi pendidiknya maupun dari segi peserta didik itu sendiri.
Ada asumsi setiap pergantian pemerintahan atau pejabat eksekutif, bersama itu juga ada pergantian sistem pendidikan yang baru. Berbagai tanggapan yang dilontarkan oleh masyarakat tentang perubahan atau perubahan tersebut. Baik tanggapan positif ataupun negatif mungkin sering kita dengar. Hal itu diawali dengan munculnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP), dan Kurikulum 2013.
Sebenarnya kita patut berbangga dan perfikir positif/optimistis, bukan malah berpersepsi negatif, karena hal itu ada perubahan yang lebih baik. Namun bagi mereka yang berfikir negatif atau pesimis, kurikulum KBK malah diartikan dengan Kurikulum Bikin Kumet atau Kemeng. Sedangkan kurikulum KTSP dimaknai dengan Kurikulum Tidak Siap Pakai.